Minggu, 08 Oktober 2017

Peranan Komunikasi Dalam Dunia Bisnis

PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS

Nama :   Ayidul Ahmad B
Npm :     11214862
Kelas :     4EA40

I.  Peranan Komunikasi dalam Bisnis
     Keberhasilan komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
       Secara empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibandingkan hanya diperdengarkan atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.
       Hasil studi tentang perilaku bisnis di kalangan esekutif menunjukan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok diantara berbagai factor personal yang diperlukan untuk memperomosikan menejemen organisasi atau mengatasi konflik menejemen (Boove and Thill,2002). Dengan kata lain, kemampuan berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri mutu SDM karyawan. Istilahnya,komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat diumpamakan seperti darah dalam tubuh dank unci kesuksesan.
        Keberhasilan komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas dalam komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal :
1.   Presepsi
        Komunikasi harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikan.
2.   Keberhasilan Teknologi Informasi dan Komunikasi
        Salah satu factor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yaitu adanya proses integrase informasi menyangkut ketersediaan komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa faktor antara lain :
   a. Cakupan (range) produksi jasa komunikasi data yang memiliki. 
       Dengan adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan karakteristik system informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis layanan komunikasi yang berbeda pula. 
   b. Converage. 
       Diperlukan provider yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengigat lokasi manufacture yang menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). 
   c. Unjuk kerja (performansi). 
       Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar komunikasi selalu dapat dilakukan. 
   d. Biaya. 
       Factor biaya menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
II.   Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis
1. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Umum
    Komunikasi Bisnis bertujuan untuk mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
2. Tujuan Komunikasi Bisnis Secara Khusus
     Komunikasi Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau hubungan di dalam perusahaan dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga pemerintah, sesame dunia usaha, serta dengan lingkungan sehingga tercipta hubungan yang harmonis yang ditandai oleh tercapainya tujuan bisnis juga semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.

III.   Umpan Balik dan Bentuk-Bentuknya
Dalam melakukan komunikasi bisnis, terdapat 2 manfaat secara umum yang dapat diperoleh yaitu :
1.   Manfaat Eksternal
      Komunikasi bisnis dengan pihak ketiga yang efektif membawa dampak positif dalam keberhasilan usaha bisnis dan upaya membangun citra perusahaan di mata masyarakat. Contohnya: laporan, brosur dan presentasi bisnis yang disusun secara professional dapat meningkatkan citra perusahan.
Komunikasi bisnis yang tidak efektif yaitu sangat mahal biayanya, menurunkan cita perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan pelanggan.
2.   Manfaat Internal
      Kemampuan berkomunikasi secara efektif menunjang karir eksekutif perusahaan.
Delapan hal yang menjadi perimbangan mempromosikan jenjang karir eksekutif :
      a). kemampuan bekerja keras
      b). kemampuan manajemen
      c). kepercayaan diri
      d). kemampuan mengambil keputusan yang sehat
      e). latar belakang akademis
      f). mempunyai ambisi untuk maju
      g). kemampuan berkomunikasi secara efektif
      h). Berpenampilan menarik

IV.  Kesalahpahaman Dalam Komunikasi
       Kesalahpahaman merupakan fenomena komunikasi yang tak jarang terjadi. Bahkan disebut kejadian normal. Sering disebut akibat dari adanya disortasi informasi. Terjadi penyimpangan penafsiran antara yang dimaksud pengirim dan dinterpretasikan sang penerima pesan. Beberapa contoh kesalahpahaman antara lain adalah dalam menanggapi poin-poin penting suatu rapat; karyawan yang kurang memahami uraian pekerjaan dan tanggung jawabnya; ketidaktahuan dalam menindak lanjuti instruksi, surat-surat dan penggumuman; kesalahan dalam menanggapi gagasan pimpinan dan rekan kerja; dan kesalaha pahaman dalam teknik atau cara berkomunikasi dengan baik.
        Faktor-faktor yang mempengaruhi kesalahpahaman khususnya karena faktor komunikasi adalah
    1. Kondisi pelaku komunikasi seperti tingkat pendidikan, pengetahuan tentang kerja dan kondisi fisik 
    2. Isi pesan seperti kejelasan, dan isi kalimat 
    3. Media seperti jumlah dalam mutu fasilitas
    4. Kebisingan dalam hal fisik dan psikologi lingkungan kerja 
    5. Bahasa tubuh seperti dalam hal cara tutur kata, dan gerak tubuh.
        Semakin tinggi standar elemen-elemen tersebut diterapkan maka kemungkinanya terjadi disortasi informasi dan kesalahpahaman semakin rendah.

V.  Memperbaiki Komunikasi Dalam Organisasi
      Komunikasi efektif sangat berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam berkomunikasi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki komunikasi :
1.  Membuat suatu pesan lebih berhati-hati
     Perhatikan tujuan berkomunikasi dan para penerima pesan. Katakana apa yang dikehendaki oleh mereka, gunakan Bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami, jelaskan poin-poin penting, dan tekankan serta telaah ulang poin-poin yang penting.
2.  Minimisasi gangguan dalam proses komunikasi
     Jika suatu pesan disampaikan secara lisan, perhatikan bagaimna lokasi atau tempat penyampaian pesan yang nyaman, tenang, akustik/sound system yang baik, tempat duduk yang teratur, ruangan sejuk, dsb. Jangan sampai ada gangguan disaat penyampaian pesan.3.  Mempermudah upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan.

     Beberapa hal untuk mengatasi hambatan komunikasi bisnis:

a.         Mendorong iklim komunikasi terbuka, mendorong masukan dan umpan balik dari karyawan.b.        Menyederhanakan struktur organisasi, mengurangi layer, informasi lebih cepat.b.        Menyederhanakan struktur organisasi, mengurangi layer, informasi lebih cepat.c.         Mempromosikan komunikasi horizontal, meningkatkan moral, menambah ide-ide.

d.        Membuat pusat isu, karyawan bisa mengkonfirmasi isu yang berkembang.

e.         Membuat saluran formal seperti newsletter untuk memuat berita/informasi perusahaan.

Selasa, 23 Mei 2017

TUGAS 3 ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)

Nama : Ayidul Ahmad B
NPM : 11214862
Kelas : 3EA40

Jenis Pasar, Latar Belakang Monopoli, Etika dalam Pasar Kompetitif

1. Jenis Pasar
Dalam sebuah pasar terdapat beberapa jenis yang dapat di kualifikasikan, yaitu :

A. Pasar Persaingan Sempurna
Suatu pasar dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, barang yang di dagangkan adalah barang homogen atau barang yang sama, dan penjual tidak memiliki kebebasan dalam menentukan harga. Dalam pasar persaingan sempurna produsen bisa keluar dan masuk pasar dengan sangat mudah. Dilihat dari persaingan di luar harga, pasar persaingan sempurna tidak memiliki persaingan di luar harga.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
1. Jumlah penjual dan pembeli banyak
2. Produk yang di perjual belikan bersifat homogen
3. Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga
4. Posisi tawar menawar konsumen kuat
5. Harga di tentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
6. Mudah untuk masuk dan keluar pasar

Kelebihan pasar persaingan sempurna :
1. Tidak ada produsen yang menentukan harga, sehingga hanya harga terendah yang berlaku di pasar
2. Banyak produsen dalam pasar
3. Produsen tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk iklan
4. Pasar ini merupakan pasar yang tepat bagi perusahaan-perusahaan kecil

Kelemahan pasar persaingan sempurna :
1. Jenis barang yang di jual homogen, sehingga produsen sulit menciptakan inovasi
2. Produsen mendapatkan keuntungan yang kecil karena mengikuti harga pasar yang terendah

B. Pasar Monopoli
Pasar monopoli merupakan suatu pasar yang hanya memiliki satu penjual, sehingga pembeli tidak punya pilihan dan penjual memiliki pengaruh besar dalam perubahan harga. Dalam pasar monopoli hanya terdapat satu perusahaan atau penjual. Dan barang yang di dagangkan pada pasar monopoli adalah barang yang unik atau langka.

Ciri-ciri pasar monopoli :
1. Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2. Tidak ada barang substitusi yang mirip
3. Produsen memiliki kekuatan menentukan harga
4. Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar

Kelebihan pasar monopoli :
1. Industri-industri yang berkembang banyak yang bersifat monopoli
2. Mendorong untuk adanya inovasi baru agar tetap terjaga monopolinya
3. Tidak akan mungkin timbul perusahaan-perusahaan yang kecil, sehingga perusahaan monopoli akan semakin besar

Kelemahan pasar monopoli :
1. Tidak efisiennya biaya produksi, karena perusahaan monopoli tidak memanfaatkan secara penuh penghematan ongkos produksi atau sering di sebut timbulnya pemborosan
2. Konsumen merasa berat karena harus membeli barang dengan harga sangat tinggi oleh perusahaan monopoli
3, Timbul ketidak adilan karena keuntungan banyak di nikmati oleh produsen

C. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli yaitu pasar yang hanya terdapat beberapa produsen, di dalamnya yang saling memengaruhi dan bersaing dalam kualitas barang. Pasar oligopoli memiliki sedikit perusahaan atau produsen. Dengan menghasilkan barang standar atau berbeda corak, dalam pasar oligopoli adakalanya produsen tangguh dan adakalanya lemah dalam memengaruhi harga serta cukup sulit bagi produsen untuk keluar masuk pasar.

Ciri-ciri pasar oligopoli :
1. Terdapat beberapa penjual dan pembeli yang menguasai pasar
2. Barang yang di perjual belikan dapat homogen dan berbeda corak
3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk pasar ini

Kelebihan pasar oligopoli :
1. Industri oligopoli bisa mengadakan inovasi dan penerapan teknologi baru yang paling pesat
2. Terdorong untuk berlomba penemuan proses produksi baru dan penurunan ongkos produksi
3. Lebih mampu menyediakan dana untuk pengembangan dan penelitian

Kelemahan pasar oligopoli :
1. Kemungkinan adanya keuntungan yang terlalu besar yang di nikmati produsen
2. Kemungkinan adanya eksploitasi konsumen maupun buruh
3. Terdapat kenaikan harga yang merugikan masyarakat secara makro

2. Latar Belakang Monopoli
Terjadinya suatu tindak monopoli dapat di sebabkan oleh beberap hal, contohnya di karenakan terdapat sebuah perusahaan yang menguasai suatu bahan mentah yang cukup besar, sehingga menyebabkan perusahaan lain tidak mampu untuk menciptakan produk yang sama seperti perusahaan besar tersebut. Terjadinya monopoli juga dapat di sebabkan karena adanya sebuah hak eksklusif yang di berikan oleh pemerintah kepada perusahaan tersebut. Namun, modal yang sangat besar yang di miliki suatu perusahaanpun dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya monopoli. Dengan persaingan yang kecil, maka suatu perusahaan dengan segala kemampuannya sesuai dengan yang telah di bahas di atas, mampu untuk tergiur melakukan tindak monopoli.

3. Etika Dalam Pasar Persaingan Sempurna (Kompetitif)
Terjadi apabila terdapat banyak sekali produsen yang menciptakan barang dengan kualitas dan karkteristik yang sama dan juga terdapat konsumen yang banyak. Ada dua etika yang harus di pegang oleh para pelaku pasar agar pasar selalu dalam kondisi ideal dan fairness, yaitu :
1. Adanya optimasi manfaat barang oleh pembeli dan penjual. Dapat di artikan sebagai pertemuan antara kebutuhan pembeli dengan penawaran barang oleh penjual. Bertemunya dua hal ini, menjadikan barang yang di transaksikan membawa manfaat dan menghilangkan kemubadziran dan kesia-siaan.
2. Pasar harus dalam kondisi ekuilibrium. Dapat di artikan sebagai titik pertemuan persamaan hak antara pembeli dan penjual. Dalam konteks ini, kewajiban-kewajiban masing-masing pihak harus terpenuhi terlebih dahulu.

Senin, 24 April 2017

Tugas Etika Bisnis 2 (Norma Dan Etika Dalam Pemasaran, Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia Dan Finansial)

DEFINISI NORMA
Norma ialah kumpulan kaidah-kaidah sebagai pedoman hidup manusia guna memperoleh ketertiban serta kedamaian di dalam masyarakat. Sanksi yang diterapkan dari pelanggaran terhadap norma ini membedakan norma dengan produk sosial yang lain seperti budaya dan adat. Penerapan norma sangatlah penting dalam kehidupan bermasyarakat agar dapat tercipta masyarakat yang aman, tertib serta terwujudnya perasaan nyaman pada setiap anggota masyarakat.
》Norma dan Etika Bidang Pemasaran.
1.Etika pemasaran dalam konteks produk:
-Produk yang dibuat  berguna dan dibutuhkan masyarakat.
-Produk yang dibuat berpotensi ekonomi atau benefit.
-Produk yang dibuat bernilai tambah tinggi.
-Produk yang dapat memuaskan masyarakat.

2.Etika pemasaran dalam konteks harga:
-Harga diukur dengan kemampuan daya beli masyarakat.
-Perusahaan  mencari margin laba yang layak.
-Harga dibebani cost produksi yang layak.

3.Etika pemasaran dalam konteks tempat / distribusi:
-Barang dijamin keamanan dan keutuhannya.
-Konsumen mendapat pelayanan cepat dan tepat.

4.Etika Pemasaran dalam konteks promosi :
-Sebagai sarana menyampaikan informasi yang benar dan obyektif.
-Sebagai sarana untuk membangun image positif.
-Tidak ada unsur memanipulasi atau memberdaya konsumen.
-Selalu berpedoman pada prinsip-prinsip kejujuran.
-Tidak mengecewakan konsumen.

ETIKA PRODUKSI
Etika Produksi adalah seperangkat prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menegaskan tentang benar dan salahnya hal hal yang dikukan dalam proses produksi atau dalam proses penambahan nilai guna barang.
》Pentingnya etika produksi
Dalam proses produksi, subuah produsen pada hakikatnya tentu akan selalu berusaha untuk menekan biaya produksi dan berusaha untuk mendapatkan laba sebanyak banyaknya. Dalam upaya produsen untuk memperoleh keuntungan, pasti mereka akan melakukan banyak hal untuk memperolehnya. Termasuk mereka bisa melakukan hal hal yang mengancam keselamataan konsumen. Padahal konsumen dan produsen bekerjasama. Tanpa konsumen, produsen tidak akan berdaya. Seharunyalah produsen memeberi perhatian dan menjaga konsumen sebagai tanda terima kasih telah membeli barang atau menggunakan jasa yang mereka tawarkan. Namun banyak produsen yang tidak menjalankan hal ini. Produsen lebih mementingkan laba. Seperti banyaknya kasus kasus yang akhirnya mengancam keselamatan konsumen karena dalam memproduksi, produsen tidak memperhatikan hal hal buruk yang mungkin terjadi pada konsumen. Bahkan, konsumen ditipu, konsumen ditawarkan hal-hal yang mereka butuhkan, tapi pada kenyataannya, mereka tidak mendapat apa yang mereka butuhkan mereka tidak memperoleh sesuai dengan apa yang ditawarkan.
Contohnya produk produk tembakau telah menewaskan 400.000 warga amerika setiap tahun. Jumlahnya lebih banyak daripada jumlah total penderita AIDS, korban kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri, narkoba, dan kebakaran. Kasus produk Korek (geretan) BIC corporation yang tidak layak digunakan tapi tetap dijual dan akhirnya digunakan konsumen, akhirnya terjadi kecelakaan kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.banyak kecelakaan kecelakaan lain terjadi diakibatkan barang yang diproduksi tidak sesuai standar, produk yang sekali pakai langsung rusak, produk cacat dan garansi yang tidak ditepati.
》MANAJEMEN SDM DAN FINANCIAL
Dalam kegiatannya untuk mencapai keuntungan maksimal atau laba maksimal, perusahaan harus memperhatikan jumlah arus kas masuk dan arus kas keluar, dalam bidang keuangan disajikan data untuk mengetahui keutungan yang diperoleh serta mengetahui apakah perusahaan mampu bertahan di dalam kondisi globalisasi, mengingat laporan keuangan perusahaan sangatlah penting bagi perusahaan. Adapun manfaat dari etika bisnis ini adalah sebagai berikut:
a)  Dapat mengetahui laporan keuangan yang disajikan transparan, kredibel, dan akuntabilitas.
b)  Dapat melihat keadaan perusahaan apakah berjalan dengan baik atau tidak.
c)  Untuk memberikan data kepada pihak eksternal dan internal.
d) Untuk menghindari tindak korupsi, dengan adanya data keuangan dapat diketahui sumber-sumber dana yang di dapat serta aktivitas-aktivitas biaya apa saja yang dijalankan.
e)  Dengan adanya etika bisnis, maka perusahaan semakin dipercaya oleh pihak pemegang saham, maupun masyarakat, karena sudah menjalankan etika-etika bisnis dalam suatu tantanan yang benar.

Sumber:
http://www.kopi-ireng.com/2015/09/macam-macam-norma-dan-penjelasannya.htmlhttp://singgihfitono93.blogspot.co.id/2015/11/norma-dan-etika-dalam-pemasaran.htmlhttp://adityacrosmogear.blogspot.co.id/2013/11/peranaan-dan-manfaat-etika-bisnis-dalam.html

Jumat, 17 Maret 2017

Nama : Ayidul Ahmad B
Npm.     : 11214862

Kelas.   : 3EA40


Tugas Etika Bisnis 1

PRINSIP – PRINSIP ETIKA DALAM BISNIS

 Prinsip Etika Bisnis
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap bentuk usaha.
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :

Prinsip Otonomiyaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Prinsip Kejujuranterdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
Prinsip Keadilanmenuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle)menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
Prinsip Integritas Moralterutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.
Hormat pada diri sendiri dan kewajibanPinsip hormat pada diri sendiri dalam etika bisnis merupakan prinsip tindakan yang dampaknya berpulang kembali kepada bisnis itu sendiri. Dalam aktivitas bisnis tertentu ke masyarakat merupakan cermin diri bisnis yang bersangkutan. Namun jika bisnis memberikan kontribusi yang menyenangkan bagi masyarakat, tentu masyarakat memberikan respon sama. Sebaliknya jika bisnis memberikan image yang tidak menyenangkan maka masyarakat tentu tidak menyenangi terhadap bisnis yang bersangkutan. Namun jika para pengelola perusahaan ingin memberikan respek kehormatan terhadap perusahaan, maka lakukanlah respek tersebut para pihak yang berkepentingan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Hak

Ø  Hak pelaku pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan atau jasa yang diperdagangkan.
Ø  Hak untuk mendapat perlindungan hukum dalam tindakan konsumen yang beritikad baik.
Ø  Hak utuk melakukan pembelaan diri sepatutnya didalam penyelesaian hukum sengketa konsumen.
Ø  Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan atau jasa yang diperdagangkan.
Kewajiban

Ø  Beritikad baik dalam kegiatan usahanya.
Ø  Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji dan mencoba baragn atau jasa yang telah dibuat atau yang diperdagangkan.
Ø  Menjamin mutu barang atau jasa yang diproduksi yang diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang atau jasa yang berlaku.
Ø  Memberikan kompensasi atau pengganti atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang yang telah diperdagangkan.
Ø  Melayani konsumen dengan cara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
Ø  Memberikan infomasi yang benar dan jelas mengenai barang yang diperdagangkan.


REFERENSI : http://lailasoftskill.blogspot.co.id/2013/11/prinsip-prinsip-etika-bisnis-tulisan.html
http://fikriseajavanesa.blogspot.co.id/2016/10/prinsip-etika-dalam-bisnis-serta-etika.html

Jumat, 06 Januari 2017

TUGAS EKONOMI KOPERASI 
TUGAS 5 DAN 6



NAMA : AYIDUL AHMAD B
NPM   : 11214862
KELAS : 3EA40

TUGAS SOFTSKILL 5 & 6
( PERMODALAN KOPERASI PERTEMUAN KE 3 )


TUGAS 5

1. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DI LIHAT DARI ANGGOTA

->  Efek-efek Ekonomis Koperasi, diantaranya adalah :
a.       Salah satu hubungan penting yang harus dilakukan koperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagai pemilik dan juga sekaligus sabagai pengguna jasa dari koperasi tersebut. Jika hubungan antar koperasi dengan anggota atau hubungan antara anggota didalamnya berjalan baik, maka semua usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan koperasi pun akan berjalan dengan baik.

b.      Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik akan mempersoalkan simpanan-simpanan yang telah diserahkannya, apakah mengalami keuntungan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan atas kebutuhan barang-jasa yang mereka butuhkan, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual atau pembeli di luar koperasi.

-> Efek Harga dan Efek Biaya
Harga dan biaya juga ikut menentukan keberhasilan koperasi, lalu Partisipasi anggota menentukan keberhasilan suatu koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: Besarnya nilai utilitarian maupun normatif. Maksudnya utilitarianadalah manfaat atau kegunaan dalam menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian besar konsumen atau masyarakat.

Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang dimaksud adalah insentif dalam memberikan pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien dan efektif, atau adanya pengurangan biaya dan diperolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.

Jika dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu mendominasi, maka setiap harga yang ditetapkan oleh koperasi harus dibedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Akibat perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih akurat didalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang saling bersaing.

-> Analisis hubungan efek ekonomis dengan keberhasilan koperasi
Koperasi merupakan badan usaha ekonomi yang bertujuan untuk menigkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya. Dari konsep koperasi, fungsi laba tergantung pada besar atau tidaknya partisipasi ataupun transaksi anggota koperasi dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi manfaat yang terima oleh anggotanya.

Maksudnya partisipasi disini adalah tingkat keikutsertaan anggota koperasi dalam usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan koperasi, jika tingkat keikutsertaan tersebut tinggi, maka koperasi dan anggota koperasinya pun akan mendapatkan manfaat yang sangat baik, dalam arti keduanya saling menguntungkan. Yaitu koperasi tersebut tambah maju dan anggota koperasi pun semakin sejahtera dengan mendapatkan manfaaat ekonomis dari koperasi.

Maka keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.

-> Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Karena disebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota koperasi dan terjadinya perubahan di lingkungan sekitar koperasi, terutama tantangan persaingan, pelayanan yang diberikan koperasi terhadap anggota koperasi secara berkesinambungan  harus disesuaikan.

Jika suatu koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota, bahkan jika koperasi memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koprasinya akan semakin meningkat. Lalu untuk meningkatkan pelayanannya, koperasi memerlukan informasi-informasi yang akurat, terutama dari anggota koperasi yang bersangkutan.



TUGAS 6

2. EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

Koperasi adalah badan usaha yang terbentuk karena dilandasi oleh sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya dari koperasi adalah melayani anggotanya.

1.Mengukur kemanfaatan ekonomis maksudnya adalah manfaat ekonomi yang pengukurannya di hubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau di perolehnya manfaat ekonomi.

2.Sedangkan yang dimaksud Efesiensi disini adalah: penghematan input (faktor-faktor dalam menjalankan usaha) yang di ukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia maka disebut (Efisien). Lalu di hubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau pada saat di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yakni manfaat ekonomi langsung (MEL), dan manfaat ekonomi tidak langsung (METL). Berikut ini adalah penjelasannya :

-Manfaat ekonomi langsung (MEL) : MEL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya. Jadi manfaat ekonomi dari transaksi yang dilakukan antara anggota dengan koperasinya langsung dirasakan oleh anggota yang melakukan transaksi tersebut.

- Manfaat ekonomi tidak langsung (METL) : METL adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, akan tetapi di peroleh dan di rasakan manfaatnya kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus serta pengawas, yakni  pada saat penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.

Lalu manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) BA

Sedangkan bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU
METL = SHUa

->  Efisiensi Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi
1.  Tingkat efisiensi biaya pelayanan BU ke anggota
(TEBP) =    Realisasi Biaya pelayanan : Anggaran biaya pelayanan
(Jika TEBP < 1 berarti efisien biaya pelayanan BU ke anggota)

2. Tingkat efisiensi biaya usaha ke bukan anggota
(TEBU) =   Realisasi biaya usaha : Anggaran biaya usaha
(Jika TEBU < 1 berarti efisien biaya usaha)

-> Efektivitas Koperasi
Efektivitas Koperasi adalah pencapaian target output (biaya atau anggaran yang dikeluarkan) yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau sesungguhnya (Os), jika Os > Oa maka akan disebut efektif.
Rumus perhitungan Efektivitas koperasi (EvK) :
EvK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL : Anggaran SHUk + Anggaran MEL
(Jika EvK >1, berarti efektif)

-> Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif. Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK = SHUk x 100%
Modal koperasi
PPK = Laba bersih dr usaha dgn non anggota x 100%
-> Analisis Laporan Koperasi

Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi
(1) Neraca,
(2) perhitungan hasil usaha (income statement),
(3) Laporan arus kas (cash flow),
(4) catatan atas laporan keuangan
(5) Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

a)      Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
b)      Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
c)      Demikian penulisan ini tidak untuk bertujuan komersil tetapi untuk penambahan nilai dalam menunjang mata kuliah adaptif softskill mengenai ekonomi koperasi. Semoga penulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam mengembangkan koperasi dengan mengevaluasi kembali manfaat dari hasil yang diberikan dalam koperasi yang dilihat dari sisi perusahaan.
Contoh :

Dalam PSAK Nomor 27 dinyatakan bahwa laporan keuangan koperasi merupakan suatu bagian dari sistem pelaporan keuangan koperasi.  Laporan keuangan koperasi lebih ditujukan kepada pihak-pihak di luar pengurus koperasi dan tidak dimaksudkan untuk pengendalian usaha (Ikatan Akuntan Indonesia: 2002).  Selanjutnya  berdasarkan laporan keuangan koperasi tersebut, para pemakai dapat melakukan penilaian terhadap kinerja koperasi.
Kepentingan pemakai utama laporan keuangan koperasi terutama adalah untuk: a) Menilai pertanggungjawaban pengurus b). Menilai prestasi pengurus
c) Menilai manfaat yang diberikan koperasi terhadap anggotanya
d) Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan jumlah sumber daya, karya dan jasa yang diberikan kepada koperasi (Ikatan Akuntan Indonesia: 2002). Oleh karena itu begitu penting untuk selalu dilakukan analisis terhadap laporan keuangan koperasi agar segera terdeteksi jika terjadi ketidakberesan masalah keuangan di koperasi.
                  Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil usaha yang telah dicapai oleh koperasi. Data keuangan akan bermakna jika dilakukan analisis, sehingga dapat segera digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

 Laporan keuangan adalah suatu alat bantu yang dapat digunakan untuk membuat suatu keputusan antara lain mengenai rencana-rencanan perusahaan, penanaman modal/investasi, pencarian sumber-sumber dana oprasi perusahaan lainnya (Amin Wijaya Tunggal: 1995: 22). Melalui analisis laporan keuangan ini maka para pemakai informasi akuntansi dapat mengambil keputusan. Pengelola/manajer koperasi dapat menilai apakah kinerjanya dalam suatu periode yang lalu mendatangkan keuntungan atau tidak.